,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,Welcome to My Ordinary Blog,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

Senin, 25 Maret 2013

Keterbukaan




   Pengertian Sikap Keterbukaan
Untuk memenuhi kehidupan yang sesuai dengan tuntutan reformasi, satu diantaranya harus diadakan transparasi dan jaminan keadilan disegala bidang kehidupan jika ingin mempertahankan kelangsungan hidup bangsa Indonesia. Salah satu hal yang bisa mewujudkan hal itu adalah dengan melaksanakan kehidupannya. Di dalam kehidupan masyarakat sangat sering kita jumpai tidak adanya rasa keterbukaan dengan anggota masyarakat lain sehingga sering terjadi penyimpangan-penyimpangan.
Kata keterbukaan berasal dari kata “terbuka” yang artinya: jujur dan tidak menutupi. Keterbukaan juga dapat diartikan sebagai sikap bijak, rendah hati, adil, menerima pendapat orang lain, memaafkan kesalahan orang lain dengan lapang dada, dan bertoleransi. Dari penjelasan diatas, keterbukaan sangat diperlukan dalam segala aspek kehidupan, baik dalam kehidupan berumah tangga, dalam organisasi sekecil apapun haruslah memiliki asas keterbukaan agar ada kepercayaan dari yang memimpin dengan yang dipimpinnya. Keterbukaan juga diperlukan untuk menciptakan rasa keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat karena dengan keterbukaan seseorang akan mau menerima segala sesuatu kelebihan yang dimiliki oleh orang lain dan tidak akan menganggap orang lain tersebut selalu ada dibawahnya.
            Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia karangan W.J.S Poerwadarminta menyebutkan keterbukaan adalah “hal terbuka” atau perasaan yang terbuka. Menurut UU. No. 28 Tahun 1999 yang dimaksud dengan keterbukaan adalah sikap membuka diri terhadap  hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar, jujur, dan tidak diskriminatif tentang penyelenggaraan Negara dengan tetap memperhatikan perlindungan atas hak asazi pribadi, golongan dan rahasia Negara.
            Dari kedua penjelasan diatas dapat kita simpulkan bahwa keterbukaan itu adalah sesuatu sikap yang dimiliki oleh manusia dimana mau mengungkapkan sesuatu yang bersifat jujur, sesuai dengan kenyataan yang terjadi dan mau menerima segala sesuatu yang dimiliki orang lain baik itu dari kelebihan dan kekurangan daya pikir maupun fisiknya.
            Selain itu keterbukaan selalu berkaitan dengan sifat jujur dan mau menerima pendapat orang lain. Jujur yang dimaksud adalah tidak curang, yang juga mengandung pengertian keihklasan hati. Jujur juga berarti sesuai dengan apa yang dilakukan secara ikhlas. Sifat keterbukaan yang berkaitan dengan pendapat orang lain yaitu sifat yang mau menerima saran dan kritikan dari orang lain sekalipun saran dan kritikan itu menyakitkan hati. Sikap-sikap seperti inilah yang sangat perlu dikembangkan dalam masyarakat agar selalu terciptanya hubungan kerukunan.

   Ciri-ciri Sikap Keterbukaan
            Sikap keterbukaan yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari memiliki ciri seperti:
a.       Adanya hubungan yang harmonis atau sikap toleransi antara anggota masyarakat
b.      Adanya ketertiban dan keteraturan di dalam menjalakan peraturan-peraturan di masyarakat
c.       Dilakukannya hubungan sosial
d.      Bersedia menjadi saksi terhadap peristiwa yang terjadi secara jujur, sesuai dengan keadaannya
e.       Bersedia diperiksa bila ada indikasi penyimpangan terhadap nilai dan norma yang terjadi dalam masyarakat
f.       Adanya akuntabilitas (pertanggungjawaban)
Selain ciri-ciri diatas, ada lima wujud sifat keterbukaan yang harus kita laksanakan:
v  Sifat keterbukaan dan keterus-terangan atas apa yang kita pikirkan (satya hredaya)
v  Sifat keterbukaan dan keterus-terangan atas apa yang kita katakan (satya wacana)
v  Sifat keterbukaan dan keterus-terangan atas apa yang kita lakukan (satya laksana)
v  Sifat keterbukaan dan keterus-terangan atas apa yang kita janjikan (satya semaya)
v  Sifat keterbukaan atas saran dan kritikan dari orang lain (satya mitra)
Sifat keterbukaan yang perlu dipertahankan namun harus disesuaikan dengan desa, kala, patra, sebab tidak jarang keterbukaan bisa juga mendatangkan kerugian atau hal-hal yang tidak diinginkan. Itulah sebabnya kadang-kadang dalam situasi dan kondisi tertentu kita tidak boleh jujur atau terlalu terbuka. Jadi ada kebohongan yang dibenarkan ataupun ditutupi. Sikap keterbukaan akan dapat membentuk sikap mental yang berbudi pekerti luhur, seperti tidak mementingkan diri sendiri atau kepentingan umum diatas kepentingan pribadi, saling menghargai, saling menghormati, dan saling bersikap transparan apabila sikap keterbukaan dapat ditumbuh kembangkan dalam diri setiap orang maka tidak ada yang namanya korupsi, dan tidak ada lembaga pemberantasan korupsi yang disebut ICW.
Sikap keterbukaan hendaknya mulai ditanamkan dari keluarga dan pada akhirnya pada Negara. Karena  dengan keterbukaan terhadap diri seseorang yang maknanya luhur akan selalu mendatangkan yang namanya kedamaian sebab diantara sikap keterbukaan tersebut tercermin saling menghargai dan menghormati antar seasama.

    Contoh Sikap Keterbukaan
Berikut beberapa contoh-contoh sikap yang berkaitan dengan keterbukaan:
1.      Jujur kepada diri sendiri dan orang lain
Contoh:
Jujur yang dimaksud adalah sikap kita terhadap diri sendiri maupun orang lain dalam menerima keadaan yang ada, tanpa dibuat-buat.
Misalnya Ali terlahir sebagai orang yang kurang mampu dan Ali bersekolah disekolahan elite. Meskipun kurang mampu Alif tetap mau menceritakan identitas aslinya dihadapan teman-teman sekolahnya dengan apa adanya tanpa rasa malu sedikitpun. Walaupun kurang mampu, Ali tetap bersyukur dengan keadaan itu.

2.      Mau bersosialisasi
Contoh:
Mau menceritakan masalah yang sedang kita hadapi dan mencari bantuan pada orang lain, itu merupakan sikap terbuka karena kita bisa melakukan sosialisasi. Walaupun ada beberapa masalah yang tidak bisa diceritakan sepenuhnya karena beberapa alasan tertentu.

3.      Tidak menutup diri
Contoh:
Mau mengakui kekurangan maupun kelebihan kita merupakan contoh sikap tidak menutupi diri, ini berarti kita mau terbuka. Jika kita tidak tahu akan suatu hal, kita tidak boleh berdiam diri dan menutupi diri dengan cara bersikap seakan-akan kita telah tahu agar terlihat lebih dimata orang lain. Itu akan menghambat diri kita, jika tidak tahu katakanlah tidak tahu dan mulailah bertanya pada orang lain. Secara tanpa sadar kita telah dapat mengembangkan potensi yang kita miliki jika kita menerapkan prinsip tersebut.

4.      Mau mengintropeksi diri karena saran orang lain
Contoh:
Mau merubah sikap dengan mendengarkan saran dari orang lain tanpa mementingkan sikap ego. Itu artinya kita mau terbuka menerima pendapat orang lain dan melaksanakannya demi perubahan sikap dalam diri kita.
5.      Memaafkan ataupun meminta maaf pada orang lain
Contoh:
Mau menerima dan memberikan kata “MAAF” kepada orang lain juga termasuk sikap terbuka karena dengan rasa lapang dada kita dapat menerima kesalahan orang lain maupun mengakui kesalahan kita pribadi (bertanggungjawab).

6.      Mau menolong orang tanpa pamrih
Contoh:
Membantu orang yang sedang kesusahan dengan memberikan sumbangan baik berupa makanan, pakaian ataupun yang lainnya tanpa mengharapkan imbalan pada orang tersebut. Itu artinya kita mau terbuka dengan mengulurkan tangan kita pada setiap orang, baik orang itu kaya maupun miskin.

7.      Bersikap sewajarnya
Contoh:
Mau menunjukkan sikap kita pada semua orang tanpa dibuat-buat. Kita tidak perlu bersikap ramah pada orang kaya demi mendapatkan hartanya, tetapi bersikaplah senatural mungkin karena dapat menunjukkan karakter kita yang sebenarnya sehingga orang lain dengan terbuka dapat menerima kita dengan baik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar